Home Pariwisata Extreme Sport Via Ferrata | Kedua di Indonesia – Tebing Sepikul di Trenggalek, Jawa...

Via Ferrata | Kedua di Indonesia – Tebing Sepikul di Trenggalek, Jawa Timur

71
0
Forpronews | Nama Tebing Sepikul sekilas belum banyak yang kenal ya guys, letaknya ada di perbatasan antara Tulungagung dan Trenggalek, tepatnya di Area Hutan, Watuagung, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek, Jawa Timur 66382. Tebing Sepikul ini adalah tebing batuan andesit setinggi 600 meter, dan merupakan tebing tertinggi dibandingkan dengan tebing lain yang berada di sekitarnya dengan sudut kemiringan 85-900, dan suhu rata-rata berkisar 15-200 C.
Tebing ini dikenal juga sebagai Tebing Merah Putih karena sering diadakan upacara peringatan setiap 17 Agustus di lokasi Jalur Tengah yang dilakukan oleh TNI, Polri dan Komunitas Panjat Tebing. Tebing Sepikul ini juga masuk dalam urutan 10 tebing terbaik dalam dunia panjat tebing di Indonesia.
Koordinat lokasi Tebing Sepikul yaitu QPW8+5XW atau 08°12’27” Lintang Selatan dan 111°43’04,6” Bujur Timur. Bila Anda berkendara melalui Tol, khususnya rute Solo – Surabaya atau sebaliknya, maka bisa kluar di Pintu Tol Kertosono, dan ambil arah Trenggalek, dengan jarak sekitar 89 Km. Bila Bandara Dhoro Kediri yang rencana jadi dioperasikan pada bulan Oktober 2023 dan bersamaan dengan Tol Kertosono – Kediri – Tulungagung bila selesai, maka rute yang ditempuh akan lebih cepat lagi ke tujuan.
Sebelum melakukan kegiatan pemanjatan, harap diperhatikan untuk mendapat Ijin terlebih dahulu. Diperlukan ijin dari Bakespolri Kab. Trenggalek dengan tembusan ke Pihak Berwenang setempat dan Rekomendasi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Terdapat 8 Jalur permanen, dan 2 diantaranya merupakan jalur tertinggi dengan tingkat kesulitan ekstrim. Grade 5.9 hingga 5.11 ada disini,
Pada Tebing Sepikul ini sudah terpasang Jalur Via Ferrata (Ferrata dalam bahasa Italia artinya besi) atau Sparta yang merupakan jalur kedua di Indonesia, yang dibangun pada tahun 2017, kerjasama antara CV Indo Via Ferrata – Perhutani – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta investor swasta, jalur Via Ferrata dibagi menjadi 2 spot pemanjatan di ketinggian sekitar 150 mdpl dan 250 mdpl. Dan biaya untuk pemanjatan ini terbagi menjadi beberapa kategori yaitu;
  • Rute Apache hingga ketinggian 125 meter, biaya Rp. 125.000,- per pax
  • Rute Spartan hingga di ketinggian 225 meter, biaya Rp. 225.000,- per pax
  • Rute Spartan Plus di ketinggian 225 meter plus fasilitas khusus biaya Rp. 350.000,- per pax
Pengelola telah menyiapkan Tim Pemandu beserta peralatan lengkap untuk pemanjatan keatas. Dan sebelum pemanjatan akan diarahkan dengan briefing singkat agar pelaksanaan pemanjatan berjalan dengan lancar dan aman bagi seluruh tim.
Tebing Sepikul dengan tebing yang menjulang keatas ini mirip layaknya Tower, dan terbagi menjadi 3 tower yang bersebelahan. 2 Tower disebelah barat disisi timur adalah Gunung Sikambe dan pada sisi barat adalah Gunung Suwur. Gunung Sikambe memiliki 3 jalur pemanjatan, dimana 1 diantaranya telah dipasang hanger (tambatan dari besi anti karat untuk tempat memasang pengaman) hingga ke puncak tebing tertinggi di ketinggian 314 meter.
Anda bisa mulai memanjat dengan memasang Quickdraw hingga ke puncak tebing, karena Anda akan menemukan 12 pitch dan rata-rata terpasang lebih dari 2 pengaman setiap pitch, jarak antar pitch sekitar 25-35 meter. Anda bisa menjajal teknik pemanjatan Himalayan dan Alpin disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here