Home Pariwisata Extreme Sport Pantai Siung | 250 Jalur Panjat Tebing Spektakuler di Gunung Kidul, Yogyakarta

Pantai Siung | 250 Jalur Panjat Tebing Spektakuler di Gunung Kidul, Yogyakarta

60
0
Panjat Tebing di Pantai Siung – Foto gegama.geo.ugm.ac.id.
Forpronews | Pantai Siung adalah pantai berpasir putih dengan air lautnya yang jernih kebiruan, lokasi pantai yang banyak dimanfaatkan untuk wisata climbing atau panjat tebing ini berada di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Yogya 55881.  Kawasan pantai ini tergolong masih sangat bersih dari sampah, karena yang mengunjungi pantai ini masih di dominasi oleh para pecinta alam dan olahragawan panjat tebing.
Untuk sampai ke Pantai Siung, yang berjarak 77 km dari Kota Jogya ini, Anda akan melalui jalan mulai dari Pathuk dengan jalur jalan yang berkelok dengan tikungan yang tajam, namun pemandangan sekitar dengan bukit kapur dan persawahan memberikan nuansa yang berdamai dengan alam, diawali jalur jalan Yogyakarta – Wonosari, berlanjut arah ke Baron – Tepus. Jalur lain dari Yogyakarta – Imogiri – Gunung Kidul memiliki medan dengan tantangan jalan yang lebih berat.
Pantai Siung ini memiliki karang-karang raksasa yang terbentang dari timur hingga ke barat, sehingga menyajikan panorama alam yang sangat indah mempesona. Menurut Wastoyo, sesepuh setempat, nama Siung ini digunakan karena tebing karangnya yang menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Dan tebing batu karang yang hingga kini masih berdiri kokoh meskipun dihantam ombak laut menjadikan sebagai bukti kejayaan wilayah Siung ini sebagai pusat perdagangan di masa lampau.
Penduduk Siung ini, dahulu bekerja sebagai petani garam yang produktif, karena kandungan garam pada air laut di pantai Siung sangat tinggi dan bagus, hasil garam yang dihasilkan pun dijual di Pasar Winangun, namun seiring perkembangan jaman dan perpindahan Pasar Winangun ke Pasar Jowinangun (Jobo Winangun atau diluar Winangun), maka wilayah Tepus menjadi agak sepi.
Situasi mulai berubah pada tahun 1989 saat Group Pecinta Alam dari Jepang yang berkunjung ke Pantai Siung dan melakukan kegiatan panjat tebing di area tebing bagian barat. Kegiatan yang kemudian di publikasikan di Jepang ini menjadikan Panjat Tebing di Pantai Siung ini menjadi lebih dikenal, di kawasan Asia khususnya. Dan pada tahun 1990 telah diadakan Kompetisi Asian Climbing Gathering, yang diikuti oleh 250 peserta dari Asia dan Eropa, dan sejak kegiatan ini diadakan maka nama Pantai Siung jadi berkibar dan dikenal oleh para atlit, Komunitas Pecinta Alam hingga mereka yang memiliki hobby Panjat Tebing.
Bagi yang ingin berkunjung ke Pantai Siung yang buka 24 jam ini cukup hanya membayar Biaya Retribusi sebesar Rp. 10.000,- dan biaya Parkir Kendaraan saja. Anda juga bisa memilih Paket Tour yang ditawarkan oleh Pengelola dengan ditemani oleh Pemandu dengan biaya sekitar Rp. 200-300 ribu saja. Untuk pemanjatan cukup dengan lapor dan ijin dari Pengelola Pantai Siung atau bisa juga menghubungi dengan nomor Kontak disini. 
Untuk melakukan aktifitas panjat tebing di Pantai Siung ini, Anda bisa camping di Ground Camp di sisi timur pantai, Anda bisa mendirikan tenda untuk base camp dalam melakukan aktifitas panjat tebing selama beberapa hari. Anda juga diijinkan menyalakan api unggun di malam hari.
Persyaratan utama yang wajib dipenuhi adalah Tidak Merusak Lingkungan dan Tidak Menganggu Habitat Penyu, serta tidak membuang sampah sembarangan. Peringatan ini sudah tertulis pada Papan Informasi yang terpasang di Ground Camp dan harus ditaati oleh semua yang akan mendirikan Tenda untuk tinggal beberapa saat disitu.
Selain itu selain area Ground Camp, juga terdapat Rumah Panggung yang bisa menampung sekitar 10-15 orang dan bisa digunakan sebagai base camp. Dengan berada di Rumah Panggung ini kita bisa menyaksikan pemandangan alam berupa pantai dengan karang-karangnya yang eksotis dengan ombak laut yang kebiruan, atau sambil menikmati saat sunrise dan sunset ditepi pantainya.
Pada malam hari terkadang akan ada sekelompok kera ekor panjang yang turun dari atas tebing karang. Kera jenis ini saat ini sudah menjadi sangat langka di daerah lain di Indonesia. Dengan adanya komunitas kera ekor panjang tersebut juga menjadi dasar untuk penamaan Pantai Siung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here