Home Nasional Sang Profesor Pisang dari Jogyakarta

Sang Profesor Pisang dari Jogyakarta

770
0
Pisang memiliki indeks glikemik yang rendah, berkisar antara 42 dan 58 tergantung pada tingkat kematangannya. Makanan dengan peringkat indeks glikemik rendah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah, sehingga membuat pisang menjadi pilihan yang baik untuk makanan sumber karbohidrat, terutama jika dibandingkan dengan karbohidrat yang berasal dari makanan olahan seperti tepung putih dan gula.

 

Sang Profesor Pisang
Hal inilah yang menarik perhatian seorang Lasiyo Syaifudin, yang sebelumnya berprofesi sebagai penjaga toko dan koordinator Kelompok Tani Pemakai Air Desa Sidomulyo, dan karena terimbas dengan adanya musibah gempa bumi yang melanda Yogyakarta di tahun 2006, dimana telah memporak porandakan seluruh rumah tinggal serta rumah-rumah tetangga sekampungnya di Dusun Ponggok, Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jogyakarta.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kejadian tersebut segera tanggap dan melalui Bupati Bantul  dengan menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) untuk segera meringankan duka mendalam bagi warga Dusun Ponggok, namun hal tersebut tidak membuat warga khususnya seorang Lasiyo untuk larut dalam duka, dan atas bantuan Pemerintah Daerah setempat yang tanggap dengan segera dan memberikan bantuan tunai kepada para kepala keluarga tersebut, maka Lasiyo pun setelah mendapat bantuan uang tunai tersebut langsung membelikan 100 bibit pohon pisang @ Rp. 5.000.
Dengan keuletannya dan pendidikan Paket B yang didapatnya, maka Lasiyo dengan tekun mencoba untuk mengembangkan dan merawat bibit pisang yang dibelinya, mencoba meracik membuat pupuk kandang campuran dari kotoran sapi, kambing dan ayam, juga meracik pestisida dengan bahan-bahan tertentu yang organik melalui beberapa kali percobaan. Setelah mendapatkan ramuan yang dirasa pas dan bagus, dengan hasil pohon pisangnya bisa tumbuh dengan subur, dan hasil panen yang maksimal, maka racikan tersebut digunakan nya hingga hari ini.
Banyak penyakit dan hama yang sering menyerang pisang seperti Ulat Daun, Uret Kumbang, Nematoda atau cacing gilig/gelang, penyakit darah yang disebabkan oleh bakteri jenis Xanthomonas celebensis, penyakit Panama yang disebabkan oleh jamur jenis Fusarium oxysporum, layu pada akar pisang yang disebabkan oleh bakteri Bacillus, gulma pisang,
Namun segala penyakit yang menyerang tanaman pisang itu bisa diatasi dengan sukses hanya dengan menggunakan racikan pestisida organik dan tanpa menggunakan insektisida kimia, cukup dengan racikan ramuannya sudah dapat mengatasi segala penyakit-penyakit diatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here