Home Material Merubah Limbah Sachet Plastik Menjadi Material Bangunan

Merubah Limbah Sachet Plastik Menjadi Material Bangunan

987
0
Ovy dan Novi sepakat untuk mulai melakukan eksperimen sejak bulan Juli 2018 dan akhirnya pada bulan November 2019 mendirikan perusahaan paving block bernama “Rebricks”, yang berlokasi di Ciputat Raya 79, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Dengan semangat dan energitas yang tinggi, mereka berusaha dengan modal dari uang tabungan untuk membuat alat-alat kerja untuk memulai tujuannya, hal tersebut bisa terealisasi dan sudah bisa memulai produksi dengan hanya 6 orang tenaga kerja.
Visi dari perusahaan adalah untuk  menciptakan bahan bangunan dari daur ulang sampah plastik sachet. Dan Misi dari perusahaan untuk menjadi pelaku aktif dalam upaya pengentasan sampah plastik di Indonesia dengan mendaurulang sampah sachet plastik menjadi material bangunan. Tujuannya juga untuk membangunkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendaur ulang sampah plastik sachet dan ikut turut serta menjadi bagian gerakan menjaga kelestarian bumi dengan mengembangkan inovasi teknologi untuk proses daur ulang sampah dengan memberikan informasi dan pelatihan secara berkala.
Bahan baku yang diolah terdiri dari limbah plastik yang umumnya tidak diterima oleh bank sampah, seperti sachet bekas kemasan kopi, mie, kue kering dan lainnya. Khususnya material jenis multi layer plastik (sachet) ini, telah menghasilkan sampah yang tidak terolah di TPA dan menimbulkan pencemaran lingkungan, kebanyakan plastik tersebut dibakar sehingga juga justru mencemari udara karena menghasilkan dioksin dan furan, Zat tersebut dalam konsentrasi kecil saja bisa menyebabkan kematian
Selama ini bahan baku yang diterima oleh Rebricks berasal dari sumbangan para donatur yang ikut peduli terhadap lingkungan dan mengirimkannya kealamat Rebricks. Untuk hal tersebut melalui kesempatan ini Rebricks mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian Bapak/Ibu yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu dalam program “Bersama Kita Peduli Lingkungan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here