Home Nasional Pangsa Properti memasuki Era New Normal

Pangsa Properti memasuki Era New Normal

410
0
3. Desain Produk
Kondisi the new normal membuat perubahan perilaku orang dalam memilih sebuah produk properti. Masalah keamanan saat ini tidak terbatas lagi atas hal-hal fisik seperti pencurian atau kerusuhan, namun juga keamanan dari aspek kesehatan. Bagaimana sebuah lingkungan memberikan suatu protokol kebersihan dalam lingkungannya untuk membuat para penghuninya aman dan nyaman. Proyek-proyek dengan sistem cluster akan semakin berkembang dengan feature tambahan yang lebih maju lagi. Desain sirkulasi bangunan pun akan terus berkembang. Dalam perkembangan selanjutnya dimungkinkan sistem teknologi yang memungkinkan penghuni tidak bersentuhan langsung dengan tombol-tombol elevator atau pintu masuk, dengan sistem sensor yang semakin canggih.
4. Kebiasaan Bekerja
Penerapan WFH saat ini membuat banyak pengusaha yang malah merasakan dampak positif yang dapat mengurangi cost sehingga lebih efisien meskipun belum tentu lebih produktif atau efektif. Namun kebiasaan ini telah membentuk pola bagi sebagian perusahaan untuk melanjutkan kebiasaan kerja di rumah. Karenanya hunian baik landed houses maupun apartemen akan lebih adaptif dengan memanfaatkan ruang di propertinya untuk ruang kerja yang cukup. Konsep SOHO, WOHO, Co-Working Space, Virtual Offcie, Boutique Office di area sekunder akan menjadi lebih populer dibandingkan perkantoran konvensional saat ini. Bahkan saat ini pun terus berkembang penggunaan meeting-meeting online yang telah membuat lebih efisien. Para pemilik gedung perkantoran harus segera mengantisipasi hal ini, karena akan berimbas pada pengurangan tingkat hunian yang sangat signifikan.
5. Pemasaran Proyek
Saluran distribusi yang masih dimungkinkan berjalan saat pandemi adalah saluran digital. Karenanya ke depan dapat dipastikan semua akan masuk ke sistem digital dan disruption technology akan semakin cepat terjadi. Start-up properti akan terus berkembang dan bermunculan. Teknologi akan semakin cepat dengan proses pemasaran berbasis digital.
4. Proses Transaksi
Proses transaksi properti dimungkinkan untuk semakin berkembang ke arah digital, tidak harus bertatap muka langsung. Mulai dari pemesanan unit, pembayaran, sampai proses jual beli yang menghadirkan notaris secara online. Meskipun kita yakini bersama bahwa pembelian properti tidak cukup dengan hanya bertatap online, namun harus tetap ada hubungan secara fisik antara pembeli dan propertinya dengan hanya melihat langsung, meraba, dan merasakan propertinya. Namun proses pembeliannya sangat dimungkinkan untuk berubah drastis secara online. Ke depannya mungkin akan muncul tidak hanya sekedar prosesnya yang secara digital namun tanda-tangan pun dapat disahkan secara digital meskipun saat ini hal-hal tersebut belum diatur secara hukum.

Penulis : Gunsu 04062020 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here